“MOTOR ARUS SEARAH”
MK. PRAKTEK MESIN LISTRIK

Oleh :
Kelompok 4
Fika F. Sambur (13 211 033)
Jany Moningka (13 211 036)
Vionly Lumunon (13 211 002)
PENDIDIKAN TEKNIK
ELEKTO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI
MANADO
2015
1.
DASAR TEORI
Motor arus searah adalah mesin kolektor arus searah yang
merubah energi listriK
menjadi energi mekanik dengan prinsip induksi elektromagnetik. Gambar di bawah merupkan
rangkaian motor arus searahberpenguat terpisa.
menjadi energi mekanik dengan prinsip induksi elektromagnetik. Gambar di bawah merupkan
rangkaian motor arus searahberpenguat terpisa.
Mesin arus
searah pada dasarnya sama dengan mesin arus bolak-balik, hanya pada mesin
arus searah dilengkapi dengan komutator yang berfungsi mengubah tegangan bolak-balik
menjadi searah.
2.
ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN
·
1
Motor Arus Searah
·
1
Modul Power Supply
·
Modul
Field Rheostat 600 _, 225 W
·
2
Modul DC Voltmeter/Amperemeter
·
1
Modul DC Breaker 220 Vdc, 30 A
3.
TAHAP MENJALANKAN DAN PEMBEBANAN MOTOR
a.
Start Motor
·
Perhatikan
rating motor yang diuji (tegangan masuk, arus jangkar, arus penguat dan tegangan
penguat).
·
Perhatikan
rating generator yang merupakan beban motor (tegangan, arus jangkar, arus
penguat, tegangan penguat, dan kopel).
·
Naikkan
saklar ke posisi ON pada modul power supply.
·
Atur
field rheostat sampai diperoleh A1 (Ip) maksimum.
·
utar
pengatur tegangan modul power supply secara perlahan sampai tegangan tertentu
dimana V1 (V) dibawah nilai 220 V.
·
Turunkan
nilai A1 sampai nilai tertentu dibawah nilai 0,47 A.
·
Motor
berputar dalam keadaan beban nol.
b.
Mengatur Putaran Motor
·
Perhatikan
putaran motor.D
·
Dengan mengatur
V1 dari modul power supply dan A1 dapat ditentukan putaran motor
yang diinginkan.
c.
Pembebanan
Motor
·
Beban
motor adalah generator arus searah.T
·
ahanan
beban Rb pada posisi maksimum.
·
Naikkan
tuas DC breaker ke posisi 1.
·
Dengan
mengatur Rb mulai posisi maksimum, maka motor dibebani dari keadaan beban
nol sampai beban nominal.
d.
Mematikan
Motor
·
Turunkan
tuas DC breaker ke posisi 0.
·
Atur
field rheostat sehingga A1 menunjukan nilai maksimum.
V Atur pengatur
tegangan modul power supply sehingga V1 menunjukan nilai 0.
4.
TABEL ISIAN
No.
|
n
(Speed)
|
Ip
(Arus penguat)
|
V
|
1.
|
|||
2.
|
|||
3.
|
|||
4.
|
|||
5.
|
5.
GRAFIK
6.
KESIMPULAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar